Skip to content

4 Kesalahan Setup WordPress Yang Sering Dilakukan Pemula

4 Kesalahan Setup WordPress Yang Sering Dilakukan Pemula

4 Kesalahan Setup WordPress yang sering dilakukan Pemula menjadi materi pembahasan eCourses Membangun Website WordPress Profesional [Step-by-Step] kali ini.

Karena kemudahan menginstal dan menggunakan WordPress, kesalahan sering terjadi, seperti meninggalkan banyak hal penting tanpa disadari oleh pengguna, terutama pemula.

Hal ini bisa terjadi karena pengguna kurang pengetahuan dan merasa tercukupi menggunakan setting default.

Sehingga mereka tidak menyadari kesalahan-kesalahan itu sampai nanti.

Jadi apa saja 4 Kesalahan Setup WordPress yang sering dilakukan Pemula? Yuk..Berikut penjelasannya untuk Anda.

Tidak Melakukan Ubah Nama Akun Admin

Ini adalah kesalahan umum bagi pengguna WordPress terutama Pemula.

Banyak pengguna WordPress menentukan “admin” sebagai nama pengguna untuk mengakses dashboard. Ini menjadi hal fatal.

Karena peretas hampir selalu menggunakan “admin” sebagai nama pengguna untuk pengguna saat mencoba mengakses situs web Anda.

Mereka memakai metode yang disebut dengan brute force.

Oleh karena itu, Anda harus memastikan bahwa nama pengguna yang digunakan bukanlah “admin”, “administrator”, atau nama pengguna standar lainnya.

Tips Password WordPress

Gunakan kombinasi Huruf Besar, huruf kecil, 4ngka, tAnda bac@ dan minimal 8 karakter agar WordPress Anda tidak mudah diretas.

Contoh Password:

AkunGm41l!@$

Belum Mengubah Struktur Permalink

Ini juga merupakan kesalahan yang dilakukan banyak pengguna WordPress.

Agar SEO friendly, Anda perlu mengubah permalink situs WordPress Anda.

Saya menyarankan memilih opsi permalink berdasarkan nama posting untuk keperluan SEO. Anda dapat memeriksa ulang saran ini di artikel 9 Fitur Bawaan WordPress Untuk Pemula Memahami Lebih Cepat.

Anda Tidak Peduli Dengan Pembaruan WordPress

Ada beberapa orang yang kurang paham dengan masalah teknis yang ada.

Sehingga mereka beranggapan bahwa instalasi WordPress telah selesai ketika situs sudah online atau dapat diakses, sehingga hanya fokus pada masalah konten. Dan ini salah.

Automattic (pembuat WordPress) mengetahui masalah ini dan telah mengembangkan fitur yang memungkinkan bahkan pengguna non-teknis untuk memperbarui WordPress ke versi terbaru.

See also  9 Istilah Penting Dalam Website Hosting

Pembaruan ini biasanya berisi fitur baru serta perbaikan untuk menutup celah.

Ketika Anda tidak melakukan update pada WordPress, maka sama saja Anda membiarkan situs tersebut mudah untuk diretas oleh pihak lain.

Praktisnya, pilih menu Auto Update WordPress dari dashboard provider Hosting Anda tetapi kondisi Minor saja.

Kenapa?? Karena Plugins Developer, Page Builder dan Themes biasanya membutuhkan waktu untuk melakukan penyesuaian produk mereka saat muncul WordPress update.

Jika Anda memilih Auto Update kondisi All Major bisa jadi terjadi permasalahan fungsi dan tampilan website.

Instal Terlalu Banyak Plugin

Plugin yang Anda instal sebenarnya dapat memengaruhi kinerja server dan kecepatan situs web saat diakses dan karenanya memperlambat situs web Anda dalam beberapa kasus.

Untuk melakukan ini, Anda perlu memastikan bahwa plugin yang baru saja Anda instal adalah yang benar-benar Anda butuhkan.

Sebelum Anda memutuskan untuk menggunakan sebuah plugin, sebaiknya Anda melihat dulu rating dan review tentang plugin tersebut.

Terutama jumlah instalasi aktif dan waktu pembaruan plug-in pengembangan.

Kemampuan untuk memahami cara kerja plugin juga diperlukan.

Di beberapa plugin Anda akan menemukan lebih banyak daftar periksa, panel, dan lainnya.

Pastikan semua yang Anda lakukan dengan plugin memenuhi tujuan Anda.

Terlambat Menyiapkan Auto Backup

Dari 4 Kesalahan Setup WordPress Yang Sering Dilakukan Pemula, 4+ atau yang kelima dan berbahaya adalah persoalan backup data website.

Hal fatal ini karena terlambat menyiapkan Auto Backup Situs WordPress Anda.

Segera setelah setup WordPress Anda selesai aktifkan auto backup dengan plugins Updraft Plus yang sangat saya rekomendasikan.

Versi FREE Updraft Plus saja cukup untuk melakukan backup website mulai dari Plugins, Tema dan Upload Files.

Hasil backup dapat dikirimkan otomatis ke Google Drive akun Anda dengan pilihan Option Manual, Setiap 2/4/8/12 Jam, Daily, Weekly dan Monthly.

Untuk situs yang masih baru dan belum banyak trafik, menggunakan pilihan Weekly sudah cukup baik.

Kesimpulan 4 Kesalahan Setup WordPress

Berbagai penjelasan di atas jelas akan menyelamatkan Anda dari berbagai jenis kesalahan yang Anda buat dengan WordPress.

Jika saat ini Anda mengalami masalah, semoga artikel ini membantu atau tuliskan masalah Anda di kolom komentar.

Segera lakukan pemilihan domain hosting dan instal WordPress untuk menerapkan apa yang Anda pelajari agar menjadi ilmu yang bermanfaat.

Apa saja yang harus dilakukan setelah instal WordPress?

General Setting,
Konfigurasikan keamanan WordPress,
Tambahkan formulir kontak,
Lengkapi Informasi Website,
Tetapkan pengaturan SEO,
Pemasangan Google Analytics,
Buat peta situs,
Instal plugins caching,
Persiapan Auto Backup.

Langkah membuat website dengan WordPress??

Anda dapat melihat step-by-step membuat website di Artikel 6 Langkah Cara Membuat Website WordPress.
Atau dapat juga mengikuti eCourses Membangun Website WordPress Profesional [Step-by-Step]

Rekomendasi Domain & Hosting WordPress

NiagahosterCek Harga
HostingerCek Harga
DewawebCek Harga
IDCloudhostCek Harga
QwordsCek Harga
ExabytesCek Harga
CloudbytesCek Harga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!