Mengatasi Paparan Konten Negatif khususnya untuk anak di bawah umur atau remaja, terus disuarakan para pemangku kepentingan terutama bidang pendidikan.
Memperbanyak konten kebaikan atau positif menjadi cara ampuh untuk mencegah paparan konten negatif yang masif (preventive action).
Tetapi bagaimana mengatasi paparan konten negatif yang ternyata tanpa sadar dikonsumsi oleh anak di bawah umur dan remaja?
Jika Anda seorang OrTu, tetaplah tenang untuk berpikir jernih dan baca tips ini.
Berikut ini langkah mudah dan tindakan cepat untuk ikhtiar Anda (khususnya orang tua) sebagai tindakan korektif karena terlanjur terpapar konten negatif lewat smartphone.
Logout Gmail Akun Pada Perangkat Yang Digunakan
Segeralah keluar dari habitat (forum atau sosial media) dan ekosistem konten negatif dengan logout Gmail akun yang saat ini digunakan pada perangkat.
Karena setiap forum atau sosial media yang memberikan konten negatif tersebut, akan terus mengirimkan email ke akun Anda saat ada konten yang sesuai dengan minat Anda atau sesuai history yang sudah ditonton.
Hal ini mencegah terjadinya re-access (kembali mengakses) ke ekosistem konten negatif tersebut.

Membuat Akun Gmail Baru
Aktivasi akun baru pada perangkat Anda untuk terhindar dari habitat dan ekosistem negatif sebelumnya.
OrTu dapat membuatkan akun baru untuk anaknya dan buatlah se-personal mungkin sebagai identitasnya dengan:
Menggunakan nama dan mengisi usia dengan benar
Hal ini akan membantu sistem seperti Google untuk memilah konten yang pantas dikonsumsi sesuai usia anak Anda.
Termasuk memberikan konten yang lebih luas dan saat akun tersebut terus aktif sampai anak masuk usia dewasa.
Menggunakan profile image yang tepat
Upload profile image misalnya anak Anda bersama adik/kakaknya. Bisa juga menggunakan photo keluarga bersama.
Dampak psikologis yang diharapkan, setidaknya anak Anda merasa tidak sendiri saat berinteraksi di internet.
Dan merasa malu karena mungkin berpikir adik/kakaknya juga akan melihat konten negatif yang dikomsumsinya.
Pilih Kombinasi Password yang optimal
Gunakan kombinasi Huruf Besar, Huruf Kecil, Angka, Tanda Baca dan Minimal 8 Karakter agar akun email tidak mudah diretas.
Contoh Password: AkunGm41l!@$
Instal Parental Control App Pada Perangkat

Sistem Google memberikan solusi gratis dan mudah dengan menginstal aplikasi Parental Control pada perangkat yang digunakan anak Anda.
Silakan download aplikasinya dari Play Store atau klik DISINI
Aplikasi ini memberikan manfaat sederhana misalnya:
- Minta ijin ke OrTu untuk menginstal aplikasi baru, sehingga OrTu dapat melakukan filtering, misalnya dengan menanyakan apakah ini terkait tugas sekolah atau bukan.
- Pemberitahuan ke email OrTu jika terjadi akses ke aplikasi atau situs konten 18+, sehingga OrTu setidaknya tersadarkan.

Masih terbuka kemungkinan Aplikasi Parental Control ini dihapus atau di-uninstall anak Anda, jadi tambahkan Aplikasi Apps Lock untuk mengatasinya.
Instal Apps Lock Pada Perangkat
Aplikasi ini berfungsi untuk mengunci dan memilahkan aplikasi mana saja yang
- BEBAS diakses (unlocked)
- BOLEH diakses dengan ijin (locked)
- TIDAK boleh diakses (locked)
oleh pengguna perangkat, dalam hal ini anak Anda. Silakan dapatkan gratis DISINI.

Jadi setelah Apps Lock terinstall, segera lakukan setting

- Proteksi agar Apps Lock tidak dapat di-uninstall
- Aktifkan Locked untuk semua aplikasi (gembok hijau aktif)
- Kemudian Pilah Pilih dan unlocked aplikasi yang boleh diakses bebas
- Aplikasi yang bisa diakses dengan ijin kondisinya Locked, sehingga anak Anda akan mendatangi dan meminta Unlock setiap kali akan menggunakan

Hanya Mengakses Secure Link
Ada kalanya 3 langkah sebelumnya tidak cukup mengatasi paparan konten negatif.
Masih ada kemungkinan, saat anak Anda melakukan akses link langsung dari berbagai grup yang diikuti melalui WhatsApp atau lainnya menggunakan browser.

Jika Anda khawatir terjadi akses ke link ke konten yang negatif, beri pengertian pada anak bahwa:
- Setidaknya pastikan Link tersebut Secure dan terenkripsi dengan baik. Atau minimal meminta mereka bertanya jika dianggap mencurigakan.
- Link yang secure sekurang-kurangnya ada logo gembok tertutup saat dilihat melalui browser.
- Link yang secure dilengkapi huruf “S” pada awalan link misalnya “https://…”
- Abaikan jika Link tersebut hanya “http” apalagi ada paksaan untuk melakukan klik
Kesimpulan Mengatasi Paparan Konten Negatif
Mengatasi Paparan Konten Negatif dapat Anda sempurnakan misalnya dengan mendampingi anak saat sedang berinteraksi dengan smartphone atau laptop.
Untuk anak di bawah umur bahkan balita, pastikan di sebelahnya ada orang dewasa yang mendampingi saat memainkan gadget.
Memang menjadi hal yang ribet untuk mengatasi paparan konten negatif, tetapi sudah menjadi hukum alam bahwa:
Keamanan Berbanding Terbalik Dengan Kenyamanan
Terakhir, sempurnakan usaha Anda dengan bertawakal dan berdoa kepada Allah SWT.
Agar perlindungan-Nya dapat menyelamatkan paparan konten negatif yang terus bermunculan.
Jika menurut Anda tulisan ini bermanfaat, silakan share/bagikan kepada rekan/teman atau keluarga Anda.
Artikel saya ini didukung konten partner Lukratif Media.

Saya RIZHAR, penulis utama Blog Risharyanto.ID
Latar Belakang formal sebagai Mechanical Engineering, karena itu menggunakan CMS WordPress yang Ready-To-Use tanpa Coding untuk pekerjaan. Secara aktif, saya juga penggerak utama website Bengkel Digital, Lukratif Media dan Blogpreneur.ID

![6 Langkah Cara Membuat Website WordPress [Pemula] 22 6 Langkah Cara Membuat Website WordPress Untuk Pemula 2021](https://risharyanto.id/wp-content/uploads/2021/05/6-Langkah-Cara-Membuat-Website-WordPress-Untuk-Pemula-2021-150x150.jpg)


